Tuesday, April 9, 2019

Seorang Ilmuwan menguji Implan Otak Frankenstein

Frankenstein kerap telah menjadi kisah sepanjang waktu hingga saat ini. Baru-baru ini kisah Frankenstein menginspirasi beberapa ilmuwan.

Apa yang coba kami lakukan adalah melihat apakah kami dapat memvisualisasikan dan berinteraksi dengan sebagian besar otak tikus, yang disebut korteks, dalam jangka waktu yang sangat lah lama,

Teknologi ini memungkinkan kita melihat sebagian besar korteks beraksi dengan kontrol dan presisi yang belum terjadi sebelumnya pada saat itu.

 peneliti ini menciptakan transplantasi See-Sheel, menggunakan pemindai digital tengkorak tikus dan teknologi tiga dimensi.

Para peneliti kemudian mentransplantasikan tengkorak bagian atas yang terbuat polimer transparan ke dalam lusinan tikus selama rata-rata 92 hari.

Lebih dari 90 persen transplantasi sukses. Tubuh tikus tidak menolak implan tersebut. Kondisi ini pun memungkinkan peneliti mempelajari kondisi otaknya.

No comments:

Post a Comment