Tuesday, May 14, 2019
NASA Mengatakan Bulan Semakin Mengecil dan Bergetar Akibat Gempa yang Terjadi
Analisis terbaru, menggunakan data dari misi lembaga antariksa Amerika Serikat atau NASA, menunjukkan bahwa Bulan terus menyusut karena mengalami gempa di sepanjang patahan itu.
Para ilmuwan membandingkan proses itu dengan cara buah anggur yang secara bertahap akan mengeriput, membentuk garis-garis di permukannya dan ukurannya menyusut. Namun, tidak seperti kulit anggur, kerak di sekitar Bulan tidak dapat meregang dan justru rapuh, membuatnya pecah ketika penyusutan terjadi.
Penelitian baru ini memungkinkan penciptaan algoritma untuk memproses data seismik yang diambil pada 1960-an dan 1970-an. Ini membantu memberi pengetahuan baru pada gempa di Bulan, termasuk pemahaman yang lebih baik tentang dari mana mereka berasal.
Setelah data lokasi dihasilkan, data diletakkan di atas gambar patahan dorong yang diambil dari studi 2010 menggunakan gambar dari Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. Membandingkan keduanya, peneliti menemukan bahwa setidaknya ada delapan gempa disebabkan pergerakan lempeng di bawah permukaan Bulan, bukan dari dampak asteroid atau penjelasan lainnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Geoscience itu membantu mengkonfirmasi bahwa Bulan masih mengalami aktivitas tektonik yang sebenarnya. Instrumen yang ditinggalkan oleh para astronot Apollo di masa lalu menyelesaikan pekerjaan mereka pada 1977.
Bagi saya, temuan ini menekankan bahwa kita perlu kembali ke Bulan," ujar Schmerr. "Kita belajar banyak dari misi Apollo, tapi mereka benar-benar hanya menggaruk permukaan. Dengan jaringan seismometer modern yang lebih besar, kita bisa membuat langkah besar dalam pemahaman tentang geologi bulan."
Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Jateng
Kapolda Jawa Tengah Irjen Rykco Amelza Dahniel membenarkan penangkapan terhadap delapan warga Jawa Tengah itu. Menurut dia, pemeriksaan kepada mereka saat ini masih berlangsung di Mapolda Jawa Tengah.
Ini ada penangkapan, proses penegakan hukum terhadap kasus terorisme yang dilaksanakan Densus, ada 8 tersangka yang dilakukan penangkapan oleh Densus,"
Rycko menyebut pemeriksaan itu akan berlangsung selama 7x24 jam untuk mencari bukti lebih kuat sebelum penetapan tersangka.
"Dalam waktu 7 hari ini akan dilakukan pemeriksaan oleh Densus di Polda Jawa Tengah untuk menentukan apakah yang bersangkutan terbukti atau tidak," ucapnya.
Dia pun membuka kemungkinan soal penambahan jumlah terduga teroris yang ditangkap, seiring pengembangan penyelidikan.
"Nanti masih dikembangkan lagi, jumlah [terduga teroris] diperkirakan bisa bertambah karena terus dikembangkan.
Diketahui, dalam waktu sepekan, sedikitnya 8 orang warga Jawa Tengah yang berdomisili di Semarang, Kudus, Grobogan, Sragen, dan Magelang diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris yang akan beraksi di Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)

