Saturday, February 11, 2017

Dengan Modal Yang Lumayan Kecil Rp 5 juta, sehari bisa dapat Rp 300 juta Sungguh sangat Fantastis.


Untuk sebagian orang merasa barang barang seperti jenis kaca, plastik, botol, dan mungkin besi sekalipun yang di anggap sebagian orang barang rongsokan yang kotor dan busuk. Tapi untuk seorang Pak Haji Ali adalah salah satu sumber pencaharian makanan.

Haji Ali yang berpenampilan sederhana, memakai kaus warna coklat, celana pendek di bawah lutut sore itu memasuki gudang di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat dengan sepeda motor. Dua anaknya yang masih bocah dia bonceng di motor menuju gudang barang bekas. 


Meski penampilan sederhananya, dia adalah pemilik dua gudang barang bekas. Itu merupakan jerih payah usaha Ali selama sepuluh tahun bergelut dengan barang bekas. Ali menceritakan awal mulai menjadi pengumpul barang bekas.

Dia memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai pegawai swasta pada 2006. Dia putar otak untuk membuka usaha sendiri. Mulai dari berjualan bakso keliling, warung kopi, sampai akhirnya pada 2008 bertemu dengan temannya yang jadi pengusaha barang bekas.


Teman saya sudah memulai jadi pengumpul barang bekas dan untungnya besar. Dulu tuh bisa puluhan juta untungnya perhari, tahun 2000-an itu sudah gede ya saya tergiur.


Saat pertama kali terjun bisnis rongsok pada 2008, Ali hanya bermodal Rp 5 juta, sisa pendapatan dari usaha sebelumnya. Dari modal tersebut dia membeli barang bekas dari para pemulung di sekitar rumahnya, kawasan Jakarta Utara. Kemudian Barang bekas itu dia jual lagi ke pengumpul yang lebih besar. 


Setelah memiliki keuntungan, Ali mulai membeli timbangan dan memulai usahanya di kawasan Jakarta Utara. 2 Tahun kurang Ali menyewa lahan. Pada tahun 2010 Ali langsung membeli lahan yang disewanya dulu. Luasnya, kata dia sekitar 5 x 10 meter. Dia juga sudah memiliki 15 pegawai.

Masa kejayaan Ali pun dimulai, dia mampu mengeluarkan modal sekitar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta untuk membeli 20 hingga 50 ton barang rongsokan dalam satu hari. Dari puluhan ton barang bekas jenis besi, kaleng, dan berbagai bahan dari wilayah Jakarta Pusat, Ali dapat mengantongi omzet Rp 150 juta hingga Rp 300 juta per hari.


Itu tahun 2010, Alhamdulillah udah mulai jaya, waktu itu udah bisa gaji pegawai dan sekarang sudah lebih dari 100 pegawai, beli rumah dan beli lahan," kata Ali sambil tersenyum mengenang kejayaannya dulu. 

Kemudian, pada 2011 Ali mulai bekerja sama dengan pabrik-pabrik yang biasa menggunakan barang-barang bekas untuk didaur ulang. Pabrik-pabrik tersebut, kata Ali, biasa membeli barang bekas dari gudangnya sebanyak 20-60 ton tiap harinya. Kalau ramai, kata Ali, dia bisa mengirim 50 ton lebih dalam satu hari. 


Dari hasil kerja sama dengan beberapa pabrik di Jakarta, Ali pun membeli lahan dengan ukuran yang sama di kawasan Jakarta pusat. "Kalau di sini gudang ke dua, ramai juga tapi lebih ramai di Utara. Mungkin karena di pusat lebih banyak yang sisa barang bekas atau puing-puing bekas renovasi gedung atau apa. 

Ali pun tak bisa menyebutkan berapa omzet yang didapat pada tahun ini, karena harga barang bekas saat ini tidak menentu. Ya tapi kalau sekarang turun naik, namanya usaha kayak gini. Biasanya nanti pas Pilkada tuh pasti ada kertas bekas baliho atau spanduk itu ramai selesai pilkada bisa berton-ton. 

Hasil dari sini. Saya bisa beli rumah, bisa nyekolahin anak, ya jalan Allah mah pasti ada saja kalau usaha. 

Ali yang memiliki dua orang anak perempuan berharap keduanya bisa meneruskan bisnis menjadi pengumpul barang rongsok. Karena menurutnya, pekerjaan seperti Ali bisa membuka lapangan pekerjaan dan penghasilan untuk para pemulung. 

Keputusan yang sama juga diambil oleh Ikhsan (42), seorang mantan guru SD di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dia merambah jadi pengepul barang bekas di tahun 2011. Bermodal dengan mengamati tukang pemulung dan pembeli barang rongsokan di rumahnya. Dia pelajari dan perlahan mulai mencoba mengikuti usaha kecil-kecilan pada 2010. Sambil menjalankan tugasnya sebagai guru terus meningkatkan modal pembeli barang rongsokan.


Saya coba beli terus kumpulin barang rongsokan, ketika gajian saya kumpulin jadi modal beli barang rongsokan. Sampai akhirnya, saya mengundurkan diri jadi guru honorer. Awalnya saya malu sama keluarga, sampai sekarang juga.

Hasil yang didapatkan Ikhsan juga sudah terlihat. Kini dia memiliki 1 gudang barang rongsok, dua mobil, 2 rumah, 8 hektare sawah di kampung halamannya di Garut, Jawa Barat. Yah kalau omzet saya enggak bisa bilang tapi Alhamdulillah baru beberapa tahun saya bisa menunaikan ibadah haji dan memberangkatkan keluarga.


Jangan lupa kunjungi website kita dan daftar ya di indototo88

www.Indototo88.com Agen Judi Bola dan Togel Online terpecaya seIndonesia.
Dengan menggunakan 1 User id anda bisa Bermain 6 permainan yang menarik untuk dimainkan Fair play 100% Tanpa Robot Proses Depo dan WD yang cepat Dan Masih banyak lagi bonus dan promo yang menanti anda.

Hanya dengan minimal Deposit 50.000 | Withdraw 100.000 Anda sudah Mendapatkan promo yang menarik dari kami.

Permainan yang kami sediakan:

* Sports (AFB,IBC,SBO)
* Live CAsino (GR,GD,DG99,W88,Gold,AG,CT,OB)
* Togel (Sydney,Singapura,Magnum 4D,Hongkong)
* Slot
* Number Game
* Forex

Tentu kami menyediakan Promo yang menarik untuk Anda yang bermain di tempat kami.

* Bonus Referral Seumur Hidup
* Bonus Deposit Setiap Hari
* Bonus Sportsbook 100%
* Cashback Sportsbook hingga 15%
* Cashback Games 5%
* Bonus Turn Over Rollingn Casino 0,8%

Tunggu apalagi segeralah bergabung bersama kami di Indototo88 dengan 1 User id bisa bermain 6  jenis permainan,nikmati juga bonus-bonus yang menanti anda.
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam!!

*YM                          : Indototo888@yahoo.com
*Facebook              : Indo Toto
*Facebook              : Sarah Reseh (CS cantik kita)
*Twitter                   : @indototo88
*BBM                        : 2B4491B0
*LINK Alternatif     : www.indototo88.info atau www.indototo88.net




No comments:

Post a Comment